Senin, 28 Februari 2011

kenakalan remaja

Ketika ABG Menjadi Otak Pelaku Curanmor PDF Cetak E-mail
  .
Metro Jambi
Ditulis oleh mui   
Kamis, 10 Februari 2011 10:37
Berawal Dari Kecanduan Balap Liar, Hingga Bentuk Sindikat
Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di Provinsi Jambi tiap tahun terus meningkat. Pelakunya tidak lagi didominasi orang dewasa. Anak baru gede (ABG) pun banyak yang menjadi dalang atau otak aksi kejahatan yang cukup meresahkan ini.
Menurut catatan Polda Jambi, dari tahun ke tahun angka pencurian kendaraan motor cenderung meningkat. Tahun 2009, tercatat 621 kendaraan hilang. Kemudian, tahun 2010 meningkat menjadi 692 kendaraan. Artinya, rata-rata dua kendaraan raib sehari. Mirisnya, dari angka tersebut, sekitar 30 persen pelakunya adalah anak berusia di bawah 17 tahun.
Memasuki tahun 2011 ini, dalam sebulan terakhir (Januari-Februari), dari catatan Polda Jambi tercatat sebanyak 20 pelaku curanmor yang ditangkap aparat kepolisian.  Enam diantaranya berusia di bawah 17 tahun.
Barang bukti yang disita dari para pelaku juga lumayan banyak, 9 unit sepeda motor. Diprediksi, jumlah kasus curanmor yang melibatkan ABG pada tahun 2011 ini juga akan mengalami peningkatan yang tajam.
“Trennya memang begitu. Dalam satu bulan belakangan saja, sudah enam ABG yang ditangkap. Jika dibandingkan dengan yang berumur dewasa, dalam sebulan terakhir hampir sama jumlahnya,” terang Kabid Humas Polda Jambi, AKBP Almansyah di ruang kerjanya, kemarin (9/2).
Menurut Almansyah, pelaku curanmor yang melibatkan para ABG ini mulai menjadi tren. Kata dia, ada beberapa faktor yang melatarbelakanginya. Motif para pelaku curanmor yang berstatus anak bawah umur atau ABG ini juga berbeda dengan pelaku berusia dewasa. Yakni mereka hanya ingin memiliki motor atau mengambil alat spare partnya, bukan dijual secara utuh. Ini diketahui dari pengakuan mereka yang diperiksa polisi.
Almansyah menjelaskan, ada kecenderungan hasil curian, khususnya spare part motor, digunakan untuk balapan liar. Meski tidak menutup kemungkinan, hasil curian itu dijual guna memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Sebagian besar motor barang bukti yang kami amankan adalah jenis motor bebek. Dari pengakuan mereka, motor hasil curian ada bagian tertentu spare part diambil untuk dipasang pada motor yang akan digunakan balapan,” jelasnya.
Almansyah membeberkan, modus para pelaku dalam mencuri motor adalah merusak kunci stang dan menyambung kabel kontak untuk menyalakannya. Bermodalkan kunci palsu, motor bisa dibawa kabur hanya dalam hitungan detik oleh alap- alap motor yang tergolong ABG tersebut. Parkiran kos-kosan, warnet bahkan teras rumah menjadi sasaran para pelaku.
“Waktu mencurinya mayoritas pada malam hingga dini hari,” ungkap Almansyah. Sementara, untuk pelaku yang mencuri karena ingin memiliki gara-gara iri dengan teman-temannya, biasanya merubah kondisi fisik motor. Kondisi fisik yang paling sering dirubah adalah warna cat motor dan plat nomor polisi.
Selain itu, terang Almansyah, ada faktor lain yang membuat para ABG lebih suka mengincar sepeda motor. Selain cukup mudah dicuri, bagi mereka yang sudah spesialis, kendaraan roda dua ini juga lumayan cepat laku dijual.
Kendati tak dilengkapi dengan surat-surat, calon konsumen banyak yang tertarik untuk membelinya. Hasil curian dilempar ke daerah pelosok dengan harga miring.
“Contohnya saja salah satu pelaku yang berhasil dibekuk aparat kemarin. Pelaku atas nama Jaka yang masih berumur 16 tahun itu, sepak terjangnya di dunia kriminal dan pencurian bermotor terbilang profesional. Dalam usia belianya itu ia sudah berhasil menggasak 15 kendaraan bermotor. Dan dari pengakuannya, motor itu ia jual ke Sekayu, Sumsel, dengan harga miring. Uangnya pun digunakan untuk poya-poya,” jelas Almansyah.
Tak cuma dijual secara utuh, onderdil atau bagian motor yang dipreteli pun cukup banyak peminatnya. Belakangan modus ini marak dilakoni pelaku pencuri motor yang mereka gasak dibawa ke bengkel lalu dipreteli bagian per bagiannya.
Selanjutnya onderdil hasil “kanibalisme” tersebut dijual ke seorang penadah atau kepada “konsumen” langsung dengan cara ditawarkan dari mulut ke mulut. “Si Jaka itu menjual motor ke penadah yang kini masih buron. Ia tidak menjual motor utuh, melainkan motor yang sudah dipreteli,” kata Almansyah lagi.
Ditegaskan juru bicara Kapolda Jambi ini, mata rantai 3P yakni, pemetik, penadah dan pembeli menjadi semacam simbiosis mutualisme yang saling membutuhkan. Aksi pencurian kerap berlangsung lantaran adanya dukungan dari dua mata rantai lainnya, yakni penadah dan pembeli.
“Kita sedang menganalisis pelaku curanmor yang melibatkan kaum ABG itu. Kita juga sedang berupaya memutus salah satu mata rantai dengan harapan kasus pencurian tersebut bisa ditekan sekecil mungkin,” urainya.
Selain itu, kata Almansyah, seiring meningkatnya kasus curanmor tersebut, pihaknya telah melakukan upaya-upaya antisipasi untuk menekan angka curanmor tersebut. Yang salah satunya melalui kegiatan patroli turun dari tingkat polsek hingga polres.
Almansyah pun memberikan beberap tips agar warga merasa aman terhadap kendaraan bermotornya. “Parkir di tempat parkir resmi dan aman. Usahakan untuk selalu parkir di tempat parkir profesional dengan tingkat pengawasan dan keamanan yang tinggi. Kalau bisa pilih saja lahan parkir yang selalu memeriksa STNK ketika akan meninggalkan tempat parkir, ada tiket bukti parkir, ada kamera pengawas cctv dan banyak petugas keamanan yang menjaga di sekitar tempat parkir,” paparnya.
Kemudian, berikan tambahan kunci pengaman pada motor. Paling tidak, kunci motor dengan kunci-kunci tambahan yang berbeda jenisnya. “Contohnya seperti kunci roda, kunci setang rahasia, alarm, gembok, rantai, kunci disc cakram, dan lain sebagainya. Bila perlu parkir di samping tiang atau pohon lalu lilitkan rantai bersama tiang atau pohon tersebut,” jelasnya.
Terakhir, lanjutnya, terus awasi keberadaan sepeda motor. Jika memarkir kendaraan di depan rumah baik rumah sendiri atau rumah orang lain serta di tempat umum seperti mini market, sekolah, warung, warnet, wartel, dan lain sebagainya, sebaiknya terus mengawasi motor.
“Parkirlah di tempat yang terlihat dari dalam serta pasang mata dan telinga anda dan jangan sampai lalai karena pencuri sepeda motor hanya butuh kurang lebnih setengah menit atau kurang untuk menggasak motor anda,” pungkasnya. Para pelaku curanmor ABG yang tertangkap tersebut, saat ini masih dalam proses penyidikan aparat kepolisian.

Senin, 07 Februari 2011